Sakit untuk Berubah

Sakit untuk Berubah

Apakah diri ini sudah merasa benar?
Terlihat sempit pikiran ini?
Dan memang sempit!

Apakah semua selesai?
Terlihat tak berkesan?
Padahal pasir itu masih terpupuk perlahan!

Ada yang menghilang disini...
Pergi tertiup angin
Melayang-layang naik turun
Terkadang di bawah atau diatas
Terkadang menjauh dan mendekat

Saat jauh saat merasa benar
Menghilangkan kehormatannya sendiri
Sadar?
Saat dekat saat terpuruk
Mencari sandaran untuk duduk bersimpuh
Sadar!

Matanya melihat
Tetapi mata hatinya entah
Curiga dan tajam

Lidahnya berucap
Bak bumerang bermata golok
Mencincang pengorbanan terolok

Hatinya, mungkin... merasa
Mungkin juga tidak
Mungkin juga tak tau

Apakah diri ini sudah merasa benar?
Terlihat sempit pikiran ini?
Dan memang sempit!

Dia masih malu, bertemu dengan kelu
Dia masih segan, berpapasan dengan peran
Dia masih takut, jika berlutut

Merasa hatinya tercabik
Oleh untaian pesan isyarat yang menyayat
Yang membuat mereka berharap dengan kebahagiaan

Ini puisi untuknya bukan untuk dia dan untuk mereka
Ternyata mereka masih tertutup angin
Terasa namun tak terlihat
Padahal disini dia merasa jauh

Jika saat ini ada segelas air putih
maka air itu akan keruh karena
dimuntahi kemelut
Namun kini diri ini telah kembali putih
Walau sedikit dipaksakan
Oleh cairan deterjen pencuci baju

Oh Allah... memang sakit mata ini
Pesan dariMu.. Ini dariMu
Tetapi dia yakin, itu semua pelipur kelalaiannya

Sakit untuk berubah...
Dan kini dia siap berubah!
Siap melangkah pasti, karena janjiMu itu PASTI!!




02.00 wib
03 Januari 2010
Tidur bersama Lelah

Ilham Permana

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar