Aku Ingin Berkelana


Aku ingin berkelana..

Tak ada lagi tempat di dunia ini yang paling aku suka selain kamarku tercinta.  Mengapa? Karena disana aku bisa menumpahkan segala macam luapan harapanku yang belum aku raih.  Aku tulis, aku renungkan, dan aku bayangkan segala impian beserta tekad untuk meraihnya. Memang lebay (hehe..) tapi itulah aku.  Tiap minggu pasti kuluangkan waktu untuk mengevaluasi semua mimpiku yang telah memenuhi kamar dindingku.

Dulu ketika aku kecil (masih imut & lucu dan sekarang juga-) cita-citaku adalah menjadi dokter.  Aku rasa menjadi dokter adalah cita-cita wajib yang dimiliki oleh seorang anak kecil seusiaku waktu itu.  Aku lupa, siapa yang mengajari aku supaya bercita-cita menjadi dokter.  Tetapi seingatku semua teman seusiaku juga mempunyai cita-cita yang sama.  Alasanya karena ingin bisa menolong orang yang sakit.  Tetapi tidak hanya dokter sih, ada juga yang ingin jadi pilot karena ingin terbang seperti burung atau presiden yang bisa tampil di tv.  Dan yang aku tau waktu itu, menjadi seorang dokter adalah menjadi orang yang suka menyuntikan jarum kepantat orang, hehe..  ketika aku berfikir bahwa alasan aku ingin menjadi dokter adalah karena tak ingin pantatku kena suntikan dokter.

Aku ingat saat aku masih TK.  Saat itu yang mengantarku ke sekolah adalah bibiku.  Tepat pada suatu hari ada imunisasi yang mengharuskan semua siswanya disuntik waktu itu.  masih sangat teringat jelas ketika itu adalah ketika tau bahwa aku akan disuntik, tiba-tiba saja aku mengamuk sambil menangis minta pulang.  Aku tarik baju bibiku memberontak enggan untuk disuntik.  Aku menangis sejadi-jadinya.  Aku pegang erat pinggang bibiku ketika itu. Perlu dicatat bahwa hanya aku yang menangis ketakutan ketika itu.  Dan setelah semua murid telah kebagian disuntik, tetap saja tangisanku tak dapat meluluhkan niat mereka untuk menyuntikku. Bibiku menggendong aku mendekati bu dokter yang akan menyuntikku.   Dan alhasil karena aku memberotak ketika jarum sunting mendekati lenganku, akupun mendapatkan bonus beberapa tusukan dari bu dokter.

Itulah aku ketika masih kanak-kanak.  Mimpiku masih sebatas mengikuti orang lain.  Ingin jadi ini ingin jadi itu.  Oh kalo menjadi itu keren, oh menjadi ini hebat. Hanya sebatas ini dan itu.

Kini aku tau bahwa setiap orang harus punya mimpi.  Hidup adalah kumpulan mimpi dan semangat.  Anugrah hidup yang Tuhan berikan kepada kita, haruslah dipergunakan dengan sebaik-baiknya.  Hidup hanya sekali.  Tak pasti apakan kita diberikan kesempatan dua, tiga atau berapa kali.  Jangan pernah membuat penyesalan diakhir karena aku tau kisahku mungkin tak bahagia diawal. Tapi itu tidak menentukan jadi siapa aku.  Hari ini adalah kelanjutan kisahku.  aku memilih jadi siapa. Dan aku ingin berkelana bersama mimpiku.  Menuju bodensee menikmati senja disore hari. Hari ini seterusnya SEMANGAT!

sumber gambar: google.com

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar