Menulis

Entah mengapa aku merasa sulit untuk menulis.  Menurutku menulis itu pekerjaan yang membingungkan.  Sering kali aku berfikir lama untuk menuangkan semua kata yang ada dalam otakku.  Waktu terbuang hanya untuk menuliskan sebuah kalimat.  Kemudian aku hapus lagi karena merasa kurang pas.  Aku tulis lagi dan kemudian aku hapus lagi.  Sampai aku merasa benar-benar pas dengan kalimat yang aku buat sendiri.  Entah berapa kali aku tulis, hapus, tulis lagi, hapus lagi dan seterusnya.  Kemudian aku terdiam lama, lama sekali memikirkan kalimat selanjutnya yang akan aku tulis.  Hingga satu jam berlalu, hanya lima kalimat saja yang berhasil aku tulis.  Aduh berat rasanya jari-jemari ini menulis.  Apa mungkin otakku memang tak pernah bisa bersatu dengan jari- jari tanganku?  Wahai teman adakah kalian yang dapat membantu? Mengapa aku sulit sekali untuk menulis?


Aku iri pada sebagian teman-temanku.  Mereka dapat dengan lincahnya mengendalikan jari-jari mereka bersama penanya atau membuat jarinya menari gesit diatas tuts laptopnya.  Pletak pletok pletak pletok! Lincah terdengar harmoni saat tuts-tuts itu disentuh oleh jari yang telah terbiasa.  Dan aku iri.  Aku ingin bisa seperti mereka dengan mudahnya mengendalikan jari-jariku.  Menguasai dan memerintah jarinya agar semua ekpresi dalam pikiranku dapat tersalurkan melalui sebuah rangkaian kata yang bermakna.  Ahh.. mungkin terlalu muluk, saat aku menginginkan tulisanku bermakna bagi orang lain.  Aku berfikir terlalu jauh dan sombong mungkin.  Tetapi aku berharap minimal aku ingin ketika aku menulis tulisan itu dapat menjadi pelipur lara bagi diriku sendiri.  Tapi yang terjadi adalah tulisanku tak kunjung selesai.  Maunya bermakna jadi hiburan pun tak bisa. T.T

Kini aku bertanya-tanya.  Apa sebenarnya yang menjadi penghalang, sehingga aku sulit sekali untuk menulis? kenapa aku memilih agar mahir  menulis? Kenapa pula ingin seperti orang lain yang sudah pandai menulis?  Yah, dari tadi banyak sekali kan pertanyaannya.  Itulah pertanyaan yang ada dalam otakku saat ini.  Sebenarnya bukan hanya pertanyaan tetapi cerminan dari jeritan hati.  Halaghh..

Oke aku akan menjawabnya sendiri. J
Jika dipikirkan apa penyebab aku ingin sekali mahir dalam menulis, aku juga lupa apa penyebabnya (lho?).  Tak tahu apakah menulis karena ingin seperti para penulis-penulis yang menjadi fenomenal karena karya luar biasa yang telah dibuatnya.  Sehingga kehidupan mereka menjadi berubah kaya dan terkenal.  Ataukan aku terpengaruh sebagian orang yang berkata bahwa menulis itu dapat mempengaruhi orang yang membaca tulisannya.  Sehingga seorang penulis itu dapat terlihat keren dan ‘wah!’.  Dan jika itu semua yang menjadi penyebabnya aku katakan ya.  Aduh teman, maaf sekali.   Aku memang tak pandai merangkai kata menjadi kalimat yang bermakna.  Sebuah kalimat pun aku susun dengan susah payah dan sangat lama.

Namun yang menjadi penyebab mengapa aku ingin sekali pandai menulis yakni aku berfikir dan teringat ucapan dari salah seorang guruku, Hidup ini haruslah dapat memberikan manfaat.  Dengan menulis berarti kau hidup selamanya.  Karena ketika kau mati maka yang akan selalu hidup adalah karya-karyamu termasuk tulisanmu yang mungkin akan terus dibaca walau abad telah berganti.  Orang menjadi panjang umur bukan karena usianya tetapi dengan semua prestasi dan karya yang telah ia torehkan untuk dunia.

Begitulah katanya. Hmm.. Kembali pada kondisiku saat ini, aku memang sulit sekali untuk mengekspresikan hal-hal yang ada dalam pikiranku dalam bentuk tulisan.  Aku menyadari menjadi seorang penulis bukanlah sesuatu yang mudah.  Namun juga bukan sesuatu yang sulit.  Aku ingat pepatah mengatakan bahwa kejeniusan seseorang hanya di pengaruhi oleh 1 % bakat dan 99 persen kerja keras.  Itulah yang membuatku yakin saat ini bahwa ketika aku ingin menjadi penulis, aku yakin aku bisa!

Maka setelah aku yakin bahwa aku bisa, aku mulai mencari apa yang menjadi penyebab aku sulit sekali untuk menulis. Hal yang pertama aku lakukan adalah aku mencoba untuk membuat tulisan atau karangan dan kemudian aku berikan kepada orang lain agar membacanya dan memberikan koreksi.  Alhasil untuk pertama kali tulisanku membuahkan komentar yang sangat menyakitkan.  Mereka yang membacanya tak mengerti sama sekali tentang apa yang aku tulis.  Tapi itu tak menyurutkan semangatku untuk terus belajar menulis.  Aku terus menulis sampai akhirnya aku menemukan beberapa kesimpulan bahwa menulis itu adalah sebuah proses pembelajaran kepada sang penulis

Ada banyak faktor yang harus kita lakukan untuk mendukung agar kita dapat menulis dengan baik dan benar.  Pertama adalah saat kita bertekad untuk menjadi penulis maka kita harus rajin membaca.  Tak mungkin seseorang bisa menulis tanpa ada asupan ilmu yang masuk kedalam pikirannya.  Apa yang akan ditulis jika seseorang yang akan menulis itu tidak mengetahui apa yang akan dia tulis? Maka membaca sangatlah penting bagi seseorang agar dia dapat menulis dengan baik dan luas.

                Kedua yaitu terus konsisten dalam menulis.  Jangan menulis hanya sesekali saja.  Tetapi terus berlatih berlatih dan berlatih untuk menulis.  Atau kata seorang Penulis yang telah berpengalaman  bahwa jika kita ingin menjadi penulis maka caranya adalah dengan menulis, menulis dan menulis.  Ketiga, setiap tulisan yang kita buat biarkan orang lain membacanya dan memberikan komentarnya untuk perbaikan kita.  Kita terima semua kritikan untuk memperbaiki kekurangan tulisan kita. Dari sanalah proses pembelajaran berlangsung.  Keempat, mulailah menulis sesuatu sesuai dengan tema di bidang yang telah kuasai.  Contohnya jika seseorang menyukai bidang olah raga maka mulailah menulis artikel-artikel tentang olah raga.  Hal ini akan menumbuhkan dan merangsang kemampuan awal kita untuk terus konsisten dalam menulis.

Kelima,  mulailah berinteraksi dengan orang lain.  Ambil semua kisah dan hikmah yang kita dapat setiap hari. Kemudian curahkan tanpa ragu semua yang kita dapat menjadi sebuah rangkaian kata yang walaupun kita sulit tapi teruslah dicoba. Tulis, tulis dan tulis!

Itulah sedikit curhatanku yang masih belajar untuk senantiasa konsisten untuk menulis.  Semoga kita semua –khususnya aku sendiri- dapat mengambil manfaat dan kebaikan darinya.  Karena aku tau saat kita memberikan nasihat kepada orang lain maka secara tak langsung nasihat itu ditujukan pula untuk diri sendiri. Dan ternyata menulis itu mudah tergantung kesungguhan diri sendiri.  Yok semangat menulis. Mulai sekarang!


Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar