Ikhlas
Ikhlas
Selepas sholat udin bergegas keluar masjid. Tiba-tiba terbersit niat untuk menyumbangkan uang yang ada disakunya. Tak banyak jumlahnya hanya beberapa receh koin kembalian setelah sebelumnya udin disuruh membeli beras oleh ibunya. Di halaman masjid tepat di pinggir kotak amal, ada teman-teman udin sedang nongkrong, duduk dan saling bercanda. Karena malu dan khawatir diejek teman-temannya serta takut disangka riya dan tidak ikhlas dengan menyengaja beramal dihadapan orang banyak, maka Udin urungkan niatnya itu. Dan akhirnya ia mengubah niatnya. Dan hatinya berkata bahwa ketika teman-temanya telah bubar barulah Udin akan memasukan uangnya itu ke kotak amal. Tak lama berselang, datanglah Agus. Ia berucap salam dan lansung disambut oleh udin beserta teman-temannya tadi. Setelah bersalaman, tiba-tiba saja Agus merogoh sakunya dan mengeluarkan selembar uang yang cukup besar nominalnya. Dan tanpa basa basi Agus langsung memasukan uang itu ke kotak amal. Heran dengan yang dilakukan Agus. Sekejap ada hening menyergap. Tiba-tiba salah seorang teman Agus nyeletuk dengan sambil menyindir kalau tumben Agus beramal atau memang lagi kelebihan rezeki. Semua tertawa dan temannya yang lain ikut menambahi, hingga ribut ada yang minta traktir ini dan itu. Agus hanya diam dan tersenyum. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa, Agus pun mulai berbaur didalam perbincangan.
Sahabat, manakah diantara perbuatan Udin atau Agus diatas yang dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang ikhlas? Diatas adalah salah satu ilustrasi kecil. Mungkin kita pernah berada di posisi salah satu antara Udin atau Agus? Namun yang jadi pertanyaan apa sebenarnya makna dari keikhlasan itu?
Sahabat, makna Ikhlas, secara bahasa berati bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan segala sesuatunya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembahNya dan tidak menyekutukannya dan tidak riya dalam beramal. Secara istilah berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukannya dengan yang lain memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.
Seseorang yang ikhlas ibarat orang yangsedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah dan segala pengorbana tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan kecewa.
Rasulullah bersabda “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridhaNya”.
Fudhail bin Iyad memahami kata ihsan dalam firman Allah surat Al-mulk ayat 2 dengan makna akhlasahu (yang paling ikhlas) ashawabu (yang paling benar) disandarkan pula pada surat al-kahfi 110.
“ Sesungguhnya jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar maka tidak diterima. Dan jika amal itu benar tetapi tidak ikhlas juga tidak diterima. Sehingga amal itu harus ikhlas dan benar.
Ciri orang ikhlas ada tiga
1. Senantiasa beramal dan besungguh dalam beramal, baik dalam keaddaan sendiriatau bersama orang banyak, baik ada pujian atau celaan. Ali bin Abi Thalib berkata” Orang yang riya memiliki beberapa ciri, malas jika sendirian dan rajin jika dihadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jikadipuji dan semakin berkurang jika dicela.
2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka.
3. Akan senang melihat jika kebaikan dilakukan oleh orang lain, dan akan merasa senang juga jika dia sendiri yang melakukannya
Jikalau penulis diperbolehkan untuk membuat kesimpulan sendiri maka, makna dari ikhlas itu adalah berbuat sesuatu tanpa ingin dipuji atau dicaci dan tidak berdasar pada penilaian manusia tetapi yakin pada penilaian Allah semata. Setelah kita sedikit menyimak penjelasan mengenai ikhlas diatas maka kini kita dapat menilai mana diantara yang dilakukan Udin atau Agus yang dapat dikategotikan sebagai perbuatan yang ikhlas. Wallahu’alam.
0 komentar:
Post a Comment
silahkan berkomentar