ngoceh: inilah hidup!

Rasanya sudah lama aku tak memainkan jariku diatas tuts laptop.  Ujian akhir semester kemarin memang telah menyita sebagian waktuku.  Setumpuk tugas, paper dan presentasi membuat mataku miopi sementara.  Kalau aku hitung, tak kuran dari 8 jam nongkrong didepan layar.  Yang aku kerjakan hanya membaca dan mengerjakan soal.  Bukan belajar, karena kalau belajar suka malas.  Pening karena sistem kebut semalam.  Wajarlah namanya juga mahasiswa. Banyak kesibukan namun entahlah apa yang dikerjakan.  Tetapi semoga saja semua aktivitasku kemarin dapat bermanfaat. Aamiin.


Hanya ingin menumpahkan apa yang aku rasakan siang ini.  Hari kemarin terasa melelahkan.  Lelah tetapi tak berkeringat.  Karena bukan jasad yang merasa lelah. Ini masalah yang tidak nampak.  Kawan ku beri tahu, aku punya teman yang selalu memberikanku semangat.  Semangat! Begitu katanya.  Dan itu cukup merefresh sebagian gairahku untuk terus berjuang.   Ditengah kewajiban yang menumpuk.  Dengan dikelilingi tanggungjawab.  Semangat itu penting.  Kerjakan dan selesaikan.  Dan tugas kita akan tuntas.


Teringat ucapan guru komputerku semasa SMA.  Di setiap kesempatan ia mengajar, yang aku dapatkan bukan pelajaran komputernya namun ia selalu memberikan bekal kehidupan.   Yang aku ingat beliau selalu berkata “Inilah Hidup!”.  Entah ketika itu aku tak mengerti apa maksud yang beliau katakan.  Pelajaran komputer tetapi 70% yang aku dapatkan hanyalah petuah-petuah yang membuat aku ngantuk.  Sempat beberapa kali temanku protes, karena tak puas dan merasa kurang dengan pelajaran yang didapatkan.  Tetapi tak mengubah kebiasaan guruku memberikan petuah disetiap pelajarannya.  Hingga aku simpulkan dari beberapa petuahnya, bahwa belajarlah sendiri bukan disekolah.


Dan kini terasa saat ini.  Seolah semua nasihat yang dulu pernah aku dengarkan kini terjadi.  Semakin kita berusia, semakin besar tanggungjawab kita.  Semakin sempit umur di dunia.  Semakin tak cukup waktu kita untuk mengelesaikan semua kewajiban kita.  Hidup itu jangan santai, katanya.  Entah siapaa yang berkata seperti itu, aku lupa.  Tapi semua itu benar yang namanya hidup itu harus gesit.  Jangan sampai kita menyesal saat kehilangan atau keterlambatan menyapa kita.

Yah pokoknya begitulah, kawan.  Moga maksud ocehanku siang ini dapat ditangkap maksudnya.  Semangat hidup karena Inilah Hidup!

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar