Inilah yang terbaik, Insya Allah

Bismillahir Rahmanir Rahiim J

Sahabat, saya teringat sebuah kisah yang pernah disampaikan teman saya.  Kisah yang lucu namun penuh hikmah.  Kisah ini menjelaskan bahwa sebaik apapun atau seburuk apapun kejadian yang menimpa kita.  Maka yakinilah ada rencana terbaik yang telah Allah persiapkan untuk kita semua.

----

Alkisah, Disuatu negeri ada seorang Raja yang sangat baik dan bijaksana.  Raja ini mempunyai abdi yang setia.  Kemanapun raja pergi ia selalu menemani.  Abdi ini dikenal dengan ketaqwaannya. Dia juga dikenal sebagai seorang yang selalu berfikir positif.  Setiap kali menemui sesuatu hal, maka abdi itu selalu berkata, “Inilah yang terbaik, insya Allah”.  Dengan optimis dia berkata demikian pada setiap hal yang dijumpainya.  Bahkan setiap kali raja mendapati sesuatu yang tidak mengenakan, abdi itu selalu berkata, “Inilah yang terbaik, insya Allah”.  Kata – kata itu selalu ia ulangi pada setiap kejadian apapun dan kapanpun, hingga kejadian buruk sekalipun.


Pada suatu hari, sang Raja beserta semua penghuni istana berencana untuk berburu ke hutan.  Sebelum berburu sang raja mengasah pedang yang akan ia gunakan nanti.  Tiba-tiba kejadian buruk menimpa sang Raja.  Ketika sedang mengasah, tanpa sengaja jari kelingking sang raja terpotong oleh pedangnya sendiri.  Darah pun mengucur.  Sang Raja kesakitan.  Semua pengawal serta semua penghuni istana yang melihat serta mendengar kejadian itu panik.  Namun tidak dengan Abdi setia sang raja.  Ia temui sang raja kemudian hanya berkata, “Inilah yang terbaik, insya Allah”.


Kesabaran ada batasnnya.  Meski sang Raja dikenal sangat baik, tidak berarti ia tidak bisa marah.  Raja marah dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakan abdinya itu.

Kemudian sang raja bertanya kepada pengawal.

“Apa yang ia katakan saat kalian menutup pintu penjara?”.

Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan, Inilah yang terbaik, Insya Allah.””

Raja semakin kesal dan menganggap abdinya itu sakit jiwa.


Lama berselang semenjak kejadian terpotongnya jari raja.  Kini jarinya telah sembuh.  Rencana berburu pun tetap dilaksanakan.  Beserta seluruh pengawal, sang raja meninggalkan istana.  Mereka pergi ke hutan yang belum pernah di jamah manusia.  Mereka tidak menyadari bahwa di hutan tersebut ada sesosok raksasa buas penjaga hutan.  Raksasa ini dikenal sebagai pemakan manusia yang sengaja masuk ke hutan untuk berburu.


Ketika raja dan para pengawal masuk ke hutan, mereka kaget dengan sosok raksasa tersebut.  Tak dapat melarikan diri, mereka pun di tangkap oleh raksasa.  Termasuk sang raja yang ketakutan melihat pengawal mereka dilahap oleh raksasa satu persatu.  Hingga terakhir giliran sang raja yang akan dimakan, tiba-tiba raksasa melihat ada cacat pada jarinya raja.  Akhirnya sang raja di bebaskan, karena raksasa enggan memakan manusia yang bagian tubuhnya sudah tidak utuh. Dengan sangat bersyukur ia segera kembali ke istana.


Tiba di istana, raja langsung ingat kebenaran yang disampaikan abdinya.  Abdinya pun segera dikeluarkan dari penjara.

Ia berterima kasih kepada abdinya, seraya berkata, “Aku berterimakasih, ketika engkau mengatakan, “ inilah yang terbaik, insya Allah.” Saat jariku terpotong, aku tersadar bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi dimakan oleh raksasa hutan karena fisiku tidak sempurna.”

Abdinya tersenyum, kemudian menjawab perkataan sang raja, “Yang Mulia, saya pun berucap terima kasih, karena jika seandainya saya tidak di penjara dan ikut bersamamu berburu, maka saya pun akan ikut dimakan oleh raksasa tersebut, maka inilah yang terbaik, insya Allah.”

Sahabat, Inilah yang terbaik, insya Allah.  Terkadang kita mengeluh, kecewa dan merasa sangat menderita, saat keinginan tak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.  Setiap kejadian yang menimpa kita, kejadian baik atau buruk, maka itulah yang terbaik yang Allah berikan kepada kita.  Ada rencana terindah yang telah Allah siapkan untuk para hambanya.   Allah swt. Maha Mengetahui apa yang tidak kita ketahui.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuai, padahal ia amat buruk bagimu.  Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)


Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya.

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar