Berilmu

Dengan ilmu kemuliaan seseorang akan bertambah.  Itu janji Allah swt di dalam Al-Qur’an.  Karena semakin kita berimu maka pada hakikatnya semakin kita mendekati kebenaran.  Iman dapat diperoleh saat kita memiliki ilmu.  .


“...niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Al Mujadilah (58) :11)


Definisi Ilmu :
Secara bahasa, al ilmu (العلم) adalah lawan dari al jahl (الجهل) atau kebodohan, yaitu mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dengan pengetahuan yang pasti.

Secara Istilah, dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa ilmu adalah ma’rifah (pengetahuan) sebagai lawan dari al jahl (ketidak tahuan).

Adapun ilmu yang dimaksudkan adalah ilmu syar’i, artinya ilmu yang diturunkan oleh Allah swt kepada Rasulullah saw berupa keterangan dan petunjuk. Maka ilmu yang didalamnya terkandung pujian dan sanjungan adalah ilmu wahyu, yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah swt saja. Nabi saw bersabda:

Dari Muawiyah Ibnu Abi Sufyan ra, dari Rasulullah saw ia bersabda : “ Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah swt , maka Dia akan menjadikannya faham tentang agamanya”. (HR. Mutafaq ‘alaih)

Dalam hadits lainnya, Nabi saw bersabda :
Hadits dari Abu Darda ra dari Rasulullah saw beliau bersabda : “Sesungguhnya Ulama itu pewaris para Nabi dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu, maka barang siapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak” (HR. Tirmidzi, Daun, Ibnu Majah)

Satu hal yang sudah kita ketahui bahwa yang diwariskan oleh para Nabi hanyalah ilmu tentang syariat Allah swt, bukan yang lainnya. Maka para nabi tidak mewariskan ilmu teknologi pada manusia atau yang berkaitan dengannya Rasulullah saw bersabda bahwa Kalian lebih mengetahui tentang urusan dunia kalian

Tetapi ilmu teknologi dan Ilmu-ilmu yang mendukung kehidupan itu akan terpuji dihadapan Allah swt tergantung nilai pemakaian dan pemanfaatannya yang sesuai syariat Allah swt berdasarkan keutamaan fungsi dan kemaslahatannya.


Ilmu adalah sebuah modal yang wajib dimiliki oleh setiap orang yang hidup didunia. Dengan ilmu pula seseorang bisa mempersiapkan dirinya untuk menghadapi hari abadi kelak di akhirat sana.   Tanpa ilmu orang akan buta.   Buta tidak bisa melihat, merasakan dan memahami kehidupan.  Baik kehidupan masa kini, maupun kehidupan kelak yang telah pasti adanya.

Carilah ilmu sampai ke negeri China.  Dari kita lahir hingga kita terkubur kembali.  Itu pesan Rasulullah swt.   Penting sekali. Niscaya takan pernah cukup usia kita untuk mempelajari semua ilmu yang ada di dunia ini.  Maka salah satu kunci untuk mendapatkan ilmu  adalah dengan belajar.


Belajar tak boleh mengenal usia.  Setiap manusia yang masih diberi kesempatan hidup, maka ia berkewajiban menuntut ilmu dan belajar.  Manusia akan sombong jika ia enggan belajar.  Merasa dirinya telah pintar dan mengetahui banyak hal.  Padahal kecerdasan yang diberikan tak lebih dari setitik ilmu Allah yang harus kita pelajari seumur hidup.  Orang pandai akan selalu belajar.  Tak membedakan ilmu tentang dunia maupun akhirat.  Orang yang benar adalah ia pandai ilmu dunia dan pandai ilmu akhirat.  Orang salah adalah orang yang pandai ilmu dunia jahil ilmu akhirat.  Orang beruntung adalah ia tidak pandai ilmu dunia namun pandai ilmu akhirat.  Dan orang bodoh adalah ia jahil ilmu dunia dan akhirat.

Oleh karena itu, kini kita dapat membedakan mana orang benar dan orang salah.  Para tersangka koruptor di negeri ini mereka pintar.  Mereka cerdas dan terdidik dengan gelar sekolah tinggi.  Namun apa yang terjadi? Mereka bodoh dalam ilmu akhirat. Tidak ada ilmu agama yang mereka fahami.  Hawa nafsu telah mengekang kecerdasan mereka.   Sehingga mereka berbuat salah dengan melakukan tindakan korupsi.  Tanpa memikirkan akibat dari tindakannya itu.  Dosa atau merugikan orang lain mereka tak peduli.

 Belajar juga perlu guru dan teman.  Akan berbahaya jika kita belajar tanpa guru dan teman.  Siapapun bisa menjadi guru dalam belajar.  Lewat buku, surat kabar, internet,dll.  Namun yang dimaksud disini adalah arti guru secara dzahir.  Harus ada tatap muka interaksi dua arah.  Karena dikhawatirkan berbahaya jika belajar sendiri akan salah memahami.  Maka tatap muka secara langsung haruslah menjadi syarat wajib seseorang dalam belajar.  Walaupun tidak menutup kemungkinan, tatap muka langsung pun akan ada beberapa murid yang salah memahami apa yang disampaikan guru.  Tetapi ini adalah cara untuk meminimalisir resiko tersebut


Seseorang yang dikatakan berilmu maka ia adalah seseorang  dapat mendidik jasad, jiwa dan ruhnya sendiri.  Ilmu dunia akan mendidik jasad. Dan Ilmu akhirat mendidik dan memupuk ruh.  Jika dikatakan mencari ilmu haruslah seimbang antara ilmu dunia dan ilmu akhirat, maka tanggapannya adalah kurang tepat. Kita melihat bahwa Ilmu dunia tidak ada yang mengajarkan arti dan makna dari surga dan neraka.  Sedangkan dalam doa sapu jagad atau kita sebut dengan doa kebaikan dunia dan akhirat telah disebutkan bahwa, “ Ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan jauhkan kami dari siksa api neraka”.  Kilta perhatikan bahwa kebaikan dunia hanya di minta satu kali, sedangkan kebaikan untuk kehidupan setelah di dunia disebutkan dua kali, yakni kebaikan di akhirat dan agar di jauhkan dari siksa api neraka.


Orang yang berilmu adalah orang yang mikir, yang nuraninya selalu berdzikir.  Orang berilmu yaitu orang yang Eling, pikirannya lurus hatinya hidup dan tak pernah berpaling.  Jangan sampai kita salah mentafsirkan ilmu.  Apalagi sok tahu merasa diri paling nomor satu. Haduu..

Jika orang itu memiliki ilmu, paham dan benar, maka kalimat dibawah ini akan dibaca seperti ini

>> Urang sunda bageur, hehe *tertawa*

Jangan sampai kita salah baca dan tidak paham.  Karena akan sangat berbahaya.

>> Urang sun, da bageur, hhe

Untuk sahabat2ku anu saguru saelmu, ngerti kan maksud kalimat diatas? Hehe
Tetaplah menuntu ilmu.  Carilah kebenaran bukan pembenaran.  Yok SEMANGAT menuntut ILMU!! Cumunguth ^o^p



Inspirasi: pengajian pak dida

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar