Kenapa Menangis?
Angga: “jadi boleh aku bertemu orangtuamu?
Zahra: Manusia hanya berusaha, Tuhan yang berkehendak
Angga: Jadi?
Hening.. hanya terdengar isak suara zahra di telinga kanan Angga.
Angga: Kenapa menangis??
Zahra: Jangan kau temui aku lagi!
Angga: Apa? Aku tak mengerti? Kenapa begitu?? Belum selesai angga berbicara tiba-tiba.. terputus!
Gelisah menyergap hati Angga. Bagai mendengar dentuman bom atom yang hampir menghancurkan hatinya. Ada tanda tanya besar dihadapnya. Tanpa lama bergegas Angga pergi menemui Zahra.
Zahra tatapi telepon genggamnya bersamaan air mata yang membasahi layarnya, seraya berbisik: Maaf Angga, kalaupun darah adalah tangisku, semua tidak akan mengubah keputusan orangtuaku untuk tetap menjodohkanku.
my flash fictions
0 komentar:
Post a Comment
silahkan berkomentar