Malam Tahun Baru, Sangat spesial.. fyuuhh..

01-01-12


Aku berfikir lagi.  Sebenarnya adakah yang spesial?  Tak ada sama sekali yang berbeda.  Malam hari tetap saja gelap, tetap dingin seperti kemarin, tetap banyak tikus di selokan.  Apalagi zaman sekarang tikusnya besar-besar. Katanya dapat kabar dari tetangga sebelah, tikus-tikus di selokan depan rumah itu berasal dari luar negeri makanya basar-besar. Hiiyy.. serem juga aku melihatnya.  Ukurannya hampir lebih besar dari anak kucing.  Hmmm.. apa betul dari luar negeri? Kalaupun iya, mereka naik apa kesini ya?  Padahal rumahku pun jauh dari bandara.  Memang jauh dari kenyataan jikalau seekor tikus lebih besar dari anak kucing.  Seharusnya tidak begitu.  Tapi ini nyata, dan aku melihatnya. Makan apa mereka ya?  Tapi aneh juga kok ini malah ngomongin tikus ya?? Duh aduh..  maaf..maaf.. hhe.. seharusnya bukan mau ngomongin tikus.  Maklum tikus-tikut itu memang suka bikin masalah sih .  Gak di selokan bikin takut orang yang lewat.  Gak di rumah masuk gak bilang-bilang langsung nyolong ikan asin.  Gak di negara ngegerogotin uang rakyat. Lho? Hehe beda ya itu tikusnya.  Udah cukup. Hiihii

Jadi begini kawan,  aku sempat kaget dan terperanjat bangun saat tengah malam.  Masalahnya ketika kaget dan terbangun itu kepalaku terbentur dinding.  Akibatnya sakit dan sedikit benjol. Aduh, malang juga nasibku ketika itu, kesel tapi mau sama siapa aku marah, yang ada tanganku menggosok-gosok kepalaku yang kesakitan.

Sebenarnya aku tahu bahwa malam ini akan ada keramaian tahunan yang semarak sekali.  Orang-orang bilang malam tahun baruan.  Menyambut pergantian tahun, bulan, hari, jam dan waktu yang baru.  Seolah ritual yang wajib, sebagian besar manusia di seluruh penjuru dunia secara otomatis tanpa paksaan dan dengan kesadarannya mereka menyemarakan malam ini.  Tak lagi mengenal batas agama ataupun usia.  Semuanya bersatu bercampur.  Riuh gegap gempita, disetiap sudut kota ada keramaian.  Terompet, kembang api, lampu-lampu kerlap kerlip.  Bahkan tak sedikit orang menjadikan momentum ini sebagai keberkahan menambah rezeki.  Aku pun sempat diajak teman untuk ikut berjualan terompet.  Temanku dapat meraih untung yang lumayan.  Tiap tahun, 500 ribu bersih dapat dikantongi dalam semalam, asal kita gesit berjualannya.  Begitu katanya.  Dan memang betul, beberapa tahun silam pernah sekali aku ikut berjualan terompet dari pagi hingga malam dan aku dapat untung yang memang lumayan.  Tapi karena kecapean, keesokan harinya aku bangun ketika matahari sudah berada ada di atas kepalaku.  Wah, apa rezeki yang kemarin malam masih bisa disebut berkah ya? Sampai terlambat bangun dan lupa waktu untuk sholat.

Dan akhirnya aku malas malam itu.  Tak ingin aku ulangi rasa cape dan lalai beberapa tahun silam. Selanjutnya aku putuskan untuk mengerjakan ritual tahunanku seorang diri kamar impian.  Yah, Kamar impian adalah sebutanku untuk kamarku sendiri, tempat aku istirahat, tidur, bekerja dan membuat impian.  Semenjak tidur sendiri –ceritanya kan aku udah gede, jadi gak tidur sama ayah ibu lagi, hhe dan masih sendiri karena belum ada yang menemani, asik.. doakan ya, lho?- tiap malam banyak kuhabiskan waktuku disini.  Bersama seprai kasur yang belum aku cuci sekitar sebulanan, -eh, entah lebih dr sbulan mungkin, hehe maaf-  malam itu aku mulai memulai ritual.  Ritual yang mungkin hanya dilakukan sebagian kecil orang.  Disaat sebagian besar lainya sibuk dengan kesenangan.  Kesenangan yang mungkin dapat dibilang aneh.  Entah sadar atau tidak, saat tahun bertambah namun usia kita semakin berkurang dan bukan bertambah.  Apakah kita pantas bersuka cita melakukan kesenangan disaat usia kita sendiri kurang? entah kapan usia kita akan berakhir namun yang pasti semakin detik berlalu semakin berkurang.  Apakah kita sudah melakukan sesuatu yang bermanfaat di usia yang kemarin? Ataukah usia kemarin memang sudah sia-sia tertelan oleh kesenangan yang tiada bermanfaat.  Apakah kita tidak melihat kanan kiri kita? Malam itu kita menghamburkan uang untuk diledakan dan dibakar.  Padahal mungkin ada saudara kita yang berfikir dari mana mencari uang untuk makan esok hari?

Malam itu aku buka kembali beberapa kertas yang berisi tulisanku sendiri.   Aku baca kembali, aku koreksi dan kemudian aku tulis kembali sebagai pedoman semua cita dan impianku untuk satu tahun kedepan.  Tak sampai 3 jam aku melakukan ritual ini.  Setelah itu pun tanpa sadar aku terlelap dengan pulpen yang masih menempel di tangan kananku.

Baru saja sebentar aku tutup mata.  Belum sampai aku tiba di pantai mimpiku. Tiba-tiba saja.. DARR!! Dor Dar Dor Dar.. sontak aku kaget.  Aku bangun, kubuka mata, kulihat dihapeku pukul 00:01, gaduh sekali. Seperti perang.  Aku bangun tapi aku merasa masih diantara sadar dan tidak sadar, namun ketika itu  aku sempat  membaca dan membalas sekilas beberapa pesan yang masuk ke hapeku. Tetapi karena bukan main ngantuknya, meskipun berisik, badanku seolah tak peduli dengan suara bising itu.  Aku coba rebahkan badanku.  Sayangnya prediksi perhitungan jarak antara posisi duduk, badan, kepala, bantal dan dinding  tidak tepat.  Saat badanku mulai tak bertenaga dan kubiarkan jatuh sendiri. Dan.. DUAK! Langsung saja ku gosok-gosok jidat kananku. Malang memang nasibku malam itu.  Dan tak jadi aku bermimpi pergi ke pantai, yang ada beberapa saat mataku melotot dan telingaku dipenuhi suara bising yang menurutku tidak jelas apa artinya.  Setelah itu tak sadar aku tertidur kembali.  Spesial sekali malam ini.. fyuuhh..

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar