Sudahkah kita Berwudhu?
Esensi Wudhu
Hati adalah pangkal segala kebaikan dan keburukan . Kebersihan hati menentukan baik buruknya sifat dan sikap seseorang. Namun Islam tidak hanya mengharuskan kita memiliki hati yang bersih, tetapi jasad tempat melekatnya hati pun harus dijaga kebersihannya. Rasulullah saw bersabda bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka setiap orang muslim wajib menjaga kebersihan karena merupakan bagian dari bukti keimanan mereka.
Sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk menyempurnakan wudhu. Yakni dengan meniru apa yang telah Rasulullah saw contohkan kepada kita. Hal ini bertujuan sebagai upaya kita untuk mempersembahkan ibadah yang terbaik kita untuk Allah dalam menggapai ridhaNya. Seorang sahabat nabi telah memberikan contoh luar biasa kepada kita tentang pentingnya berwudhu. Sehingga wudhunya yang senantiasa terjaga telah membawa Bilal bin Rabbah menjadi salah seorang dari 10 sahabat nabi yang ketika hidup telah dijamin masuk syurganya Allah. Subhanallah..
Dari Utsman bin Affan ra, ia berkata, telah bersabda Rasulullah saw : “Barang siapa yang berwudhu, kemudian ia memperbagus wudhunya, keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya, hingga keluar dari bawah kuku-kukunya”. (HR. Muslim)
Dosa akan mengalir keluar dari tubuh seorang muslim bersamaan dengan air wudhu yang telah membasuh dan terjatuh dari bagian tubuhnya. Itu berati, sudah semestinya setelah berwudhu kita tidak boleh mengotori jasad kembali. Alasannya adalah karena kita akan beribadah kepada Allah. Dan bukankah kewajiban kita di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah. Maka dari itu hati yang suci dan jasad yang bersih haruslah kita miliki saat melakukan berbagai rangkaian ibadah tersebut. Sempurnanya wudhu seorang muslim adalah menghalang baginya untuk melakukan perbuatan yang dilarang Allah.
Setiap anggota tubuh yang kita basuh, jangan sampai terkotori kembali. Baik itu oleh kotoran yang nampak maupun yang tidak nampak. Yaitu tangan, kaki, telinga dan bagian tubuh lain yang telah tersentuh air wudhu tidak lagi pantas dipakai untuk melakukan perbuatan tercela dan kemaksiatan. Karena pada hakikatnya melalui wudhu pula kita dapat membersihkan hati dari setiap makna gerakan dan basuhan air yang menyentuh bagian tubuh kita. Dan kini pertanyaannya sudahkah kita berwudhu?
Inspirasi: pengajian pak dida
sumber gambar: google.com

0 komentar:
Post a Comment
silahkan berkomentar