Secepat inikah?


Secepat inikah?


Terdengar sebuah perkataan tentang sang waktu.  Tak aneh setiap orang merasa waktu itu tak terasa.  Mungkin ada saat kita merasa waktu itu lama terasa.  Ada pula saat kita merasa waktu itu terasa singkat hingga tak berasa.

 Saat kau bertanya berapa lama waktu 9bulan itu? Maka tanyakanlah kepada ibu yang sedang mengandung.  Saat kau bertanya berapa lama waktu 1bulan itu? Maka tanyakalah kepada orang yang sedang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan.  Saat kau bertanya berapa lama waktu 1 jam itu? Maka tanyakanlah jawabannya kepada orang yang sedang melaksanakan ujian sekolah.  Saat kau bernyata berapa lama waktu 5menit itu? Maka tanyakanlah jawabannya kepada orang yang telat mengejar jam berangkat pesawat.  Saat kau bertanya berapa lama waktu 1 detik itu? Maka tanyakanlah jawabannya kepada orang yang hampir tertabrak di jalan raya.


Secepat inikah sang waktu? Rasanya baru kemari aku bangun.  Celana pendek oranye mungil itu kini telah terpajang menyimpan kenangan silam.  Mulai saat tanganku dipegang oleh nenek karena takut terserempet mobil saat pergi ke taman kanak-kanak.  Aku pun sempat terjatuh beberapa kali saat ingin bisa naik sepeda.  Hingga kini antar kota ku lalui sendiri.  Dan saat  ini  aku duduk membelakangi semua kenangan itu.


Secepat inikah sang waktu?   Aku rasa baru kemarin aku merasa asing dengan kata ‘cinta’.  Dan kini aku terbangun ditiap malam karena kata itu sering membuatku tersangsikan.  Sandiwara kehidupan telah kujalani tanpa pernah ku minta.  Hingga saat ini yang kualami adalah kata itu telah membuatku tertawa dan menangis.   Membuat semua yang ada dalam diri dan kehidupanku berubah.  Detik menit jam hari minggu bulan dan tahun.  Kini lebih seperlima abad telah kulalui hidupku.  Tak terasa.  Walau aku tahu, aku tak pernah meminta.  Hidupku adalah aku peran utamanya.


Secepat inikah semua berlalu?

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar