Rahasia Bulan Juni


Manusia Merencanakan, Tuhan Menentukan.  Sejauh sekuat apapun usaha kita, jika Allah telah berkehendak maka terjadilah.  Dan kau tahu? banyak rahasia yang terjadi di bulan Juni.  Sebenarnya aku malas menceritakannya.  Namanya juga rahasia, buat apa diceritakan.  Yang aku tahu, seni rahasia adalah  saat rahasia itu terjaga sepanjang masa.  Maka sebenarnya yang sudah jadi rahasia tak perlu orang lain tahu bahwa ini adalah sebuah rahasia.  Tapi biarlah terserah padaku, ini rahasiaku. Dan aku bukan seniman yang mempunyai seni.  Maka akan aku ceritakan semauku.


Juni adalah bulan lahirku.  Dan engkau percaya atau tidak, ibu dan adiku pun lahir di bulan ini.  Tidak hanya itu, tanggalnya pun sama antara aku dan ibuku, terkecuali adikku hanya berbeda satu hari lebih awal.  Janganlah kau tanyakan apakah tahun lahirnya itu sama ataukah tidak? Kalau kau bertanya demikian, maka aku takan tertawa mendengarnya.


Juni adalah bulan impianku.  Tiap tahun sepanjang kehidupanku banyak mimpi yang aku tulis di bulan ini.  Tiap usiaku bertambah, aku luangkan satu tanggal itu untuk melihat mimpi-mimpiku terdahulu dan menyusun mimpi-mimpi yang ingin ku raih di masa mendatang.  Ada pencapaian yang aku rasakan.  Syukur terpanjat kepada Rabb-ku.  Karena ialah yang telah memeluk mimpi-mimpiku.  Adapun mimpi yang belum sempat aku rasakan, itulah jejak yang akan kutapaki.  Mengikuti jejak itu, akan terus ku raih mimpiku.  Hingga Rabb-ku menjawab semua mimpiku.  Insya Allah.


Juni adalah bulan perjuanganku.  Sudah belasan silam pergi menuntut ilmu.  Dan hingga kini ilmu itu terus ku tuntut.  Padahal apakah salah ilmu? Sampai orang-orang-termasuk diriku- selalu menuntutnya.  Sebenarnya tak ada yang salah dengan ilmu.  Aku yakin kau mengetahui hal itu.  Tetapi yang salah adalah kita yang selalu keliru menuntut ilmu.  Saat ilmu berkata terkadang kita lupa apa perkataannya.  Saat ilmu menunjukan kebenaran terkadang kita tak siap dengan pemahaman kita.  Di bulan ini aku selalu berjuang menuntut kebaikan sang ilmu. Agar senantiasa dapat selalu bersahabat dengan otak kiri dan otak kananku.  Bukan angka yang aku cari.  Bukan pula kebaikan guru.  Tetapi ilmu adalah perjuanganku di bulan ini.


Juni adalah bulan cintaku.   Pernahkah kau mimpi berwarna?  Konon kata temanku di sebelah, jika kita mimpi berwarna, itu menandakan bahwa kita adalah orang kaya.  Dan sebaliknya jika tiap malam kamu bermimpi, kemudian mimpimu itu hitam putih, tandanya aku bukan orang kaya.   Aku tahu yang ada dibenakmu.  Ini bukan sesoal berwarna atau tidak.  Tapi ini soal cinta di bulan juniku.  Cinta dan mimpiku.  Terlampau panjang kawan, jika aku bercerita soal ini.  Baiklah akan kusimpan dulu ceritaku soal cinta dan mimpiku.


Juni adalah bulan ceritaku.  Aku ceritakan dari sebuah kenyataan.  Kenyataan itu memaksaku menerimanya. Tahukah kamu bagaimana layang-layang saat terputus dari talinya?  Jika tahu, dan diseumpamakan dengan diriku, maka aku tak seperti itu.  Jika kau mengetahui bagaimana retakan kaca di cermin ketika tertumbuk batu, maka, hatiku pun tak seperti itu.  Aku bilang semua itu adalah perumpamaan yang sangat jauh dari kenyataan.  Aku baik-baik saja,kawan.  Tak ada yang perlu di khawatirkan.  Namun memang dahulu aku sempat menerbangkan sebuah layang-layang.  Dan aku yakin aku bisa menerbangkanya.  Atas dasar keyakinan dan pertimbangan yang matang, semua kemungkinan mutlak harus ku hadapi saat layang-layang itu melayang di angkasa.  Angin, hujan, panas, halilintar, gemuruh dll aku sudah pikirkan.  Tapi satu hal yang terlupakan olehku.  Mungkin aku terlalu jauh menerbangkan layang-layang itu.  Aku terbangkan hingga ku janjikan sayapnya akan menyentuh bulan.  Hingga ku bertekad pucuknya akan ku buat memeluk sang bintang.  Dan aku lupa, talinya tak cukup kuat.  Talinya tak cukup panjang menggapainya. Dan tiupan angin terlampau kuat untuk ditahan.  Dan hilang.  Layang-layang itu hilang.  Tanganku terluka dan aku pun merugi.


Juni adalah bulan rahasiaku.  Ini adalah rahasiaku.  Tanggal 30 Juni telah lewat. Dan aku tak meminta orang lain mengetahui apa yang aku rahasiakan. Sudah.

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar