Mawar Kecil
Merah merona itulah si mawar kecil. Lugu dan selalu ceria, dialah yang aku temui pertama kali. Di taman kehidupan dia mekar merekah. Tertiup angin bergoyang goyang. Tangkainya tetap kokoh menentang arah. Daunya tegar saat rintikan hujan menghujam berjatuhan dipermukaannya. Dialah mawar kecil nan indah.
Mawar kecil lahir di tengah-tengah tiga beringin yang menjulang ke langit. Dia dinanti setelah melewati tiga zaman. Dia tumbuh dan berkembang ditemani mentari dan rembulan di siang dan malam hari. Mawar kecil selalu tersenyum saat cahaya mentari bersinar. Karena cahaya itu yang memberi kehidupan. Ketika malam tiba, mawar kecil merasa nyaman karena gelap menjadi terang bersama rembulan.
Mawar kecil mempunyai duri kecil. Meski tangkainya kokoh. Namun durinya masih rapuh. Sang beringin terlalu jauh tinggi untuk menjaga mawar kecil. Hanya bisa melindungi dari teriknya panas disiang hari. Tetapi saat malam tiba mawar kecil tak jarang merasa sepi, gelap dan dingin.
Kini mawar kecil telah dewasa. Semakin kokoh batangnya. Semakin kuar cengraman daunya. Hari-hari dia lewati tanpa beranjak. Terkadang dia masih terlihat kecil meski kini dia telah dewasa. Semakin besar semakin banyak yang dipikirkanya. Beringin yang telah jauh menjulang tak lagi dapat menemaninya. Mereka telah mempunyai tanggungjawab baru, sesaat setelah di dahanya ada seekor burung membuat sarang. Lalu seketika burung itu bertelur. Sang beringin harus menjaga sarang itu. Sarang kehidupan di masa depan.
0 komentar:
Post a Comment
silahkan berkomentar