Catatan hilang
Catatan hilang
Lama sekali. Kutunggu
masa berlalu. Saat angin barat
berhembus. Membawa gumpalan rizki yang
menyuburkan padang ilalang. Hitam
membuat gelap. Namun itulah
keajaibannya. Kadang kilatan cahaya menerangi langit yang masih basah. Angsa-angsa kian menari sambil mandi. Pohon ikut bernapas dan melepas haus. Hijau rona merekah luas. Membawa gemericik butiran bening. Memecah sendu dikala sang purnama melantun
syahdu. Dan disini aku masih
termangu. Menunggu dan terus menunggu.
Tuhan, izinkan aku yang tengah duduk bersimpuh berbicara
kepadaMu. Mengadu dengan segala
kerendahan hati. Tak lama aku
berpeluh. Hanya setetes keringat yang
siap terusap. Ku memohon, malam ini
bersama pelukanMu.
0 komentar:
Post a Comment
silahkan berkomentar