84 hari 7 jam 28 menit 34 detik (bersama Sang Pencipta Langit Malam)

Penantian.  Sebuah kata kerja yang bisa tak mengharuskan kita untuk mengerjakan sesuatu.  Namun bisa membuatmu lelah.  Entah dari mana logikanya, diam dapat membuat kita lelah.  Tapi sudahlah tak usah banyak difikirkan.  Saat ini sisa waktu sendiriku adalah 84 hari 7 jam 35 menit 52 detik.  Terus dan terus berkurang saat kau membaca tulisanku ini. 

Tadi siang aku memandang langit, mungkin dari belahan bumi lainya, ada yang sedang menatap langit yang sama denganku.  Kulihat awan, ia bergerak perlahan bersama angin.  Aku pun berharap semoga geretak hati ini pun ikut bergerak bersama angin dan tiba di pelupuk bunga yang ku damba.

Aku tak sedang bergurau.  Aku pun tak sedang santai sehingga aku hitung mundur waktu.  Benar kata sebuah pepatah, bahwa waktu adalah pedang.  Kita pandai menggunakannya maka kita akan menebas masa.  Namun jika kita tak pandai maka bersiaplah leher kita kan ditebasnya.  Dan hari ini, di malam yang sunyi, disaat langit menampakan wajahnya yang hitam gelap. Pada saat ini lah kejujuran nampak, bahwa wajah langit yang dilihat disiang hari bukanlah yang sebenarnya.  Maka di malam hari kita dapat melihat langit yang jujur.  Oleh karenanya banyak manusia yang tahu tuhannya, selalu teruji untuk terus jujur di tiap malam mengadu hanya kepadaNya, Sang Pencipta Langit Malam.

Belum lama pertemuan ini tercipta.  Namun kami yakin dimana ada pertemuan disana ada sejarah baru.  Hanya berselang satu putaran matahari, lebih sedikit, pertemuan itu akan berujung di garis permulaan.  Permulaan untuk membuat sebuah peradaban baru.  Dan sisa waktu yang aku tunjukan itu adalah sebuah jam pasir untukku.  Sisa kesendirianku adalah tinggal 84 hari 7 jam 28 menit 34 detik.  Dan terus bergerak saat kau terus membaca tulisanku ini.

Yang aku butuhkan saat ini hanyalah keyakinan.  Hanya satu keyakinan, yakni Tuhanku Allah Sang Maha Agung akan selalu memberikan jalan.   Ditengah hati yang kian bimbang, Allah selalu menyiapkan embun ketenangan.  Disaat pikir tak lagi panjang, rahmatnya kian menuntunku ke arah yang aku inginkan.  Allah tunjukan yang terbaik untukku.  Jalan terbaik untuk menghabiskan kesendirianku.  Dan kini sisa waktunya adalah 84 hari 7 jam 20 menit 14 detik.  Terus dan terus berkurang saat kau membaca tulisanku ini. 

Dan akan tiba pada waktunya.  Aku yang berbeda dari hari ini.  Aku yang lebih baik dari hari ini.  Hanya butuh satu hal di dunia yang tak abadi ini.  Keyakinan pada Sang Pencipta Langit Malam yang Agung

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar