Bolos Kuliah Windows Phone | Ga Kuliah Tanggal 04 Oktober 2013

Tak bisa dibilang mudah jadi  mahasiswa.  Semakin bertambah usia kita, semakin bertambah banyak pula kebutuhan kita.  Dulu ketika aku masih SD alias sekolah dasar, masih ingat, hanya di beri uang jajan 500 rupiah.  Itu cukup untuk membeli coklat payung dan beli chiki.  Kemudian SMP aku diberi uang jajan oleh orang tua sebesar 3000rupiah.  Aku naik sepeda ke sekolah, dan uang itu cukup untuk jajan batagor 1500 rupiah.  Masuk SMA uang jajanku 10.000 rupiah.  Lumayan lah masih bisa nabung dikit untuk beli kebutuhan lainnya. Dan sekarang ketika zamannya ngampus. Luar biasa kawan.

Masuk ke dunia kampus, kita bakal kenal apa itu yang namanya gengsi.  Kita bakal mulai berfikir saat kita hendak meminta uang jajan itu kepada orang tua.  Sebenarnya tidak jadi masalah karena orang tua masih memiliki kewajiban untuk menanggung kebutuhan kita.  Tetapi sadar tidak sadar kita harus sudah memaksakan diri untuk hidup mandiri.

Dan hari ini pilihan itu datang.  Antara tuntutan dan kewajiban.  Sebuah pilihan yang tak bisa dipilih.  Dewasanya seorang manusia adalah saat dia berhasil memutuskan pilihan yang terbaik untuknya.  Siap akan resiko yang didapat.  Yakin atas langkah yang dia pijak.  Berani bertanggungjawab atas semua hal yang dia hadapi.

Dan bolos itu adalah sebuah pilihan yang sulit.  Semangatku dulu begitu leluasa.  Semangat belajar untuk menggapai cita-cita.  Pergi negara yang mengelilingi danau Bodensee.  Terlihat mustahil memang.  Tapi ingatlah, keyakinan akan mematahkan semua logika kemustahilan.  Manjadda wa jad.  Siapa bersungguh-sungguh dia kan berhasil.  Karena bolos kuliah ada sebuah pilihan maka aku yakini inilah pilihan terbaikku.  Mesti hari ini tak mendapatkan materi kuliah Windows Phone yang baru pertama ku kenal.  Ada penyesalan memang, karena aku berani mengatakan, sangat susah memaksakan melakukan sebuah hal yang tidak kita sukai.  Perjuangannya lebih memeras keringat.  Lebih cepat lelah dan lebih dekat ke titik jenuh.  Tapi apa boleh buat.  Ini adalah pilihan.

Ambil hikmah dari setiap peristiwa.  Walau aku hari ini bolos kuliah, itu tak jadi penghalang buatku untuk tetap bersemangat mempelajari si Windows Phone ini.  Tak peduli apakah ini sedikit memaksakan.  Tak peduli saat melakukannya hati ini masih merasakan keragu-raguan.  Yang harus diyakini adalah jika ini hal baik, maka patut untuk diperjuangkan tanpa alasan.

Melihat curhatan sobat-sobatku dikelas.  Banyak yang mengeluh karena harus curhat seusai kuliah.  Kenapa harus mereview apa yang tadi didapatkan dikelas. Sebenarnya jawabannya simple.  Jika kita tanggapi dengan pemikiran positif, apa yang kita dapatkan adalah hal positif juga.

Katanya pertemuan kedua ini agenda dikelas itu adalah melihat video tutorial dari dosen, kemudian kita mempraktekannya.  Kita liat langkah demi langkah yang diutarakan oleh video itu.  Kita tulis script bahasa pemoggraman yang ada di aplikasi Windows Phone itu sesuai arahan.  Dan cukup mudah ternyata.  Aku bilang cukup mudah jika hanya kita lihat.

Beda rasanya saat aku mulai mencobanya.  Bikin tertawa sendiri.  Ternyata aku merasakan apa yang sobat-sobatku rasakan.  Mereka bilang suntuk, mereka bilang bikin ngantuk.  Tapi ada juga yang semangat tanpa basa basi dia langsung menyelesaikan semunya. Hebat.  Dan ketahuilah kawan aku adalah termasuk golongan mereka yang bilang suntuk dan ngantuk.  Aku sadar passionku bukan dibidang ini.  Meski dipaksakan sehebat apapun, tetap saja hasilnya takan maksimal.  So, aku memberi saran saja, untuk kamu yang hendak melakukan suatu hal, lakukanlah atas dasar kau menyukainya, jika tidak, saya sarankan segera tinggalkan.  Karena itu akan membuatmu berkeringat lebih banyak.  Kecuali kamu punya keyakinan lebih.  Punya keteguhan sekuat baja.  Sekian.


Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar