Jebakan

Pernahkah hati mengalami rasa malas yang sangat luar biasa?? Malas untuk melakukan semua kegiatan, malas untuk bertemu orang lain, malas untuk berbicara, malas, malas dan malas. Hanya diam, melamun dan bermimpi. Senyum-senyum sendiri membayangkan semua kenikmatan dalam khayalan. Tetapi disisi lain hati resah gelisah karena bingung dan merasa ketakutan. Pernahkah? Sungguh keadaan yang tak begitu mengenakan. Entah apa yang diinginkan ketika itu. Tak berbentuk dan berantakan. Masa lalu menjadi kambing hitam. Memaki-maki hingga puas dan akhirnya menyesal. Kata-kata yang terpendam hanya terlampiaskan menjadi luka di sela-sela punggung jari tangan yang lebam akibat hantaman yang sia-sia. Dan akhirnya menyesal. Percuma air mata keluar, karena hanya air mata saat bersimpuh di sepertiga malam dan air mata ma’ruf lah yang akan diterima menjadi cadangan ganjaran berbuah surga.

Satu jam yang lalu jam di dalam telepon genggam tepat terlihat pada angka 19.00. Saat itulah sekeping hati yang belum genap menginjak kedewasaan tengah dihantui keadaan yang sia-sia. Sebelum akhirnya hati itu bangkit dan dapat kembali berfungsi seperti sedia kala. Tak dapat ditebak apa yang bisa membuatnya berubah dengan cepat.

Gelap dan sepi. Merasa sendiri. Tertutup rapat. Enggan untuk berbagi dan membuka celah sedikitpun. Namun setelah hati itu ingat kepada waktu yang begitu cepat melesat menembus lapisan masa, seketika itupun dia terperanjat. Seolah tak mau menyesali kembali semua hal yang sempat dirasakan. Ia pun bangkit dan mulai menata sedikti demi sedikit puzzle masa yang sempat tertinggal oleh perjalanan waktu yang begitu cepat. Ia goreskan sebuah tinta sebagai pengingat agar sang hati tak lagi terjebak dalam keadaan sia-sia itu. Walaupun dahulu tinta telah beberapa kali digoreskan dan mungkin terhapus dan terlupakan karena tertutup debu. Namun kali ini sebuah goresan yang lebih kuat telah terukir diatas lapisan masa yang mencoba dikejar oleh sang hati.

Jika kau malas, maka ingatlah kembali semua cita dan asa mu. Ingatlah siapakah yang menawarkan perjalanan penuh duri namun surga menanti. Ataukah semerbak harum bunga yang kan membawamu ke dalam lembah abadi kesengsaan yaitu neraka.


:: Lapisan Masa ::

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

silahkan berkomentar