Jadi Lupa Karena Stress, Waduhh...
Tak terasa kawan, sungguh aku lupa. Lupa bahwa aku sudah lama tidak menulis. Memang sih kata teman-teman juga ortuku kalo aku ini orangnya pelupa. Selidik bawa selidik, aku pun rada gerah dengan kondisi pelupaku ini. Sudah berualang kali aku coba untuk tidak menjadi pelupa, ehh tak berdaya, selalu saja ada peristiwa karena lupa ini. Akhirnya aku penarasan. Apakah hanya aku saja yang suka lupa. Ternyata tidak, banyak diantara kita yang sama sering lupa juga.
Menurut beberapa sumber menyebutkan bahwa kita menjadi pelupa itu karena ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantaranya itu adalah stress. Seperti yang di kutip dari artikel yang dipaparkan dibawah ini.
Stres merupakan proses normal yang terjadi saat tubuh tidak bisa menerima hal asing, termasuk tekanan. Stres datang dan membuat kekacauan hingga merusak sistem kesehatan. meski demikian banyak dari kita yang menganggap sebagai masalah yang sepele. Padahal stres berkepanjangan akan terakumulasi pada masalah kesehatan serius.
Stres juga tidak melulu menjangkit para pekerja kantoran. Tak sedikit ibu rumah tangga yang juga mengalaminya. Untuk itu kenali lebih awal tanda-tanda stres sebagai antisipasi kesehatan secara menyeluruh.
Sakit kepala
Saat stres, pembuluh darah pada bagian kepala akan melebar dan membuat saraf otak berdenyut lebih kencang. Denyut ini yang mengakibatkan rasa sakit pada seluruh kepala.
Mimisan atau hidung tersumbat
Keluarnya darah dari saluran pernapasan juga merupakan tanda stes parah. Ini karena tekanan darah dalam tubuh yang naik secara tiba-tiba. Tanda stres lain yang juga berkaitan dengan pernapasan adalah hidung tersumbat. Biasanya ini mengikuti gejala flu karena imun tubuh menurun. Untuk mengatasinya, lakukan olahraga yang banyak mengkasilkan keringat agar napas menjadi lebih baik.
Pelupa
Saat stres secara tidak disadari konsentrasi Anda akan menurun. Demikian juga dengan memori otak. Biasanya ketika membuat keputusan pun Anda menjadi tidak fokus. Jika mengalami hal seperti ini, ada baiknya beristirahat sejenak untuk mengendurkan kerja otak.
Berkeringat
Pernah merasa keringat tubuh berlebih padahal Anda tidak sedang melakukan aktivitas berat? Ini juga tanda stres. Hormon kortison atau hormon stres memang memicu produksi cairan tubuh. Termasuk keringat pada telapak tangan dan kaki.
Lelah
Tanda yang paling jelas terlihat saat stres adalah daya tahan tubuh melemah. Ini karena tubuh melepaskan catecholemines, hormon yang berfungsi mengatur sitem kekebalan tubuh. Cara paling mudah mengembalikan imunitas tubuh adalah berolahraga. (sumber disini)
Dan kita lihat, ternyata tidak hanya menjadi pelupa efek kita stress itu. Intinya sih saat aktivitas kita padat, saat kesibukan kita meningkat, jangan sampai kita mengabaikan kesehatan diri kita sendiri. Jaga asupan makanan. Banyak makan buah dan sayur. Dan kalau masih saja pelupa, belajarlah membawa buku catatan kemana-mana, dan tulislah dicatatan saat ada suatu hal yang penting, saat kita membuat janji dengan orang lain, saat kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Mulai lakukan perubahan untuk kebaikan diri sendiri.
Dan kita lihat, ternyata tidak hanya menjadi pelupa efek kita stress itu. Intinya sih saat aktivitas kita padat, saat kesibukan kita meningkat, jangan sampai kita mengabaikan kesehatan diri kita sendiri. Jaga asupan makanan. Banyak makan buah dan sayur. Dan kalau masih saja pelupa, belajarlah membawa buku catatan kemana-mana, dan tulislah dicatatan saat ada suatu hal yang penting, saat kita membuat janji dengan orang lain, saat kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Mulai lakukan perubahan untuk kebaikan diri sendiri.
0 komentar:
Post a Comment
silahkan berkomentar